KPK: Sumber Waras Tidak Ada Unsur Korupsi Ahok

Komisi Pemberantasan Korupsi hingga saat ini masih menyelidiki dugaan korupsi pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provisi DKI Jakarta yang diduga melibatkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan lembaganya masih harus menemukan dua alat bukti untuk menaikkan kasus itu ke tahap penyidikan.

Basaria mengatakan, dalam proses penyelidikan saat ini, KPK tidak menemukan adanya unsur tindak pidana korupsi dalam proses pembelian lahan RS Sumber Waras. Artinya, kasus dugaan korupsi itu sulit untuk ditingkatkan ke penyidikan lebih lanjut. “Karena belum ada mengarah ke tindak pidana korupsinya,” ujarnya.

Basaria menolak mengatakan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan yang menyebut adanya penyalahan aturan dalam pembelian lahan RS Sumber Waras itu disebabkan adanya seseorang yang ingin menjegal Ahok, sapaan Basuki.

Dia mengatakan KPK mendalami kasus Sumber Waras tak hanya berdasarkan audit BPK. Menurut dia, KPK tidak bisa langsung menerima mentah-mentah laporan dari BPK dan menyeret Ahok sebagai tersangka.

Dugaan korupsi pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI mulai diselidiki KPK pada 20 Agustus 2015. Kasus tersebut pertama kali mencuat dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Jakarta atas laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta pada 2014.

BPK Jakarta menganggap prosedur pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras menyalahi aturan. Soalnya, menurut BPK, harga lahan yang dibeli jauh lebih mahal, sehingga merugikan keuangan daerah sebesar Rp 191 miliar.

BPK pun melakukan audit ulang atas permintaan KPK. Gubernur Basuki Tjahaja Purnama diperiksa seharian oleh BPK RI pada 23 November 2015. Hasil audit investigasi itu diserahkan kepada KPK pada 7 Desember 2015. (Reza Aditya)

Dikutip dari berita Teman Ahok

Fitnah Kepada Teman Ahok

Teman Ahok memutuskan untuk tidak menari di gendang fitnah yang saat ini dimainkan.  Kami meminta pemfitnah untuk membuktikan sendiri materi fitnahnya. Mengklarifikasi gossip dan fitnah yang terus-terus ditiupkan hanya akan membuat konsentrasi terbagi saat kita fokus mencapai 1 Juta KTP dan mempersiapkan proses verifikasi yang juga dipersulit.

Terkait adanya proses hukum yang dihembuskan, Teman Ahok siap membuka semua catatan keuangan dan memberikan informasi yang transparan, jika dibutuhkan penegak hukum. Biaya Teman Ahok ditanggung bersama. Ada ratusan orang yang sudah memberikan bantuan untuk Teman Ahok dalam bentuk barang, dan tidak dalam bentuk dana. Semua orang yang memberikan bantuan, sampai dengan kopi dan teh, memiliki tanda terima dan tidak ada anonim. Mereka semua siap kembali dihadirkan karena semua terdata dan memiliki tanda terima.

Kami mengutuk dan akan memikirkan langkah selanjutnya bersama tim, atas pemberitaan dan metode pencarian berita salah satu media cetak nasional yang tidak sesuai porsinya.

Kami kaget dan masih mencari motif serangan ini. Kami mencium ada upaya menjauhkan Ahok dari Teman Ahok atau mengadu gerakan kerelawanan dengan partai politik. Teman Ahok sama sekali tidak anti partai politik dan selalu terbuka untuk melakukan komunikasi dengan siapa saja. Bagi kita, kegiatan kerelawanan masyarakat bisa berjalan beriringan dengan partai politik sebagai pilar demokrasi.

Serangan kepada Teman Ahok hanya akan membuat kami semakin solid. Ini bukan serangan yang pertama untuk Teman Ahok dan sepertinya juga bukan yang terakhir. Teman Ahok tetap konsisten dalam tujuan menjadikan Ahok sebagai Gubernur di Periode ke-2.  Teman Ahok tidak akan mundur dan meninggalkan Ahok, karena tak ada Teman Ahok tanpa Ahok.

Dilansir dari berita Teman Ahok