Di dalam negeri, nama Sandiaga Salahudin Uno tidak hanya dikenal sebagai seorang pengusaha sukses dan tokoh organisasi nasional. Kini ia juga identik dengan dunia perpolitikan setelah pada 23 September 2016 memutuskan menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta bersama Anies Rasyid Baswedan.  Sandi pun diketahui mendirikan yayasan di bidang kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat yaitu Yayasan Inotek Indonesia, Mien R Uno Foundation, dan Indonesia Setara Foundation.

Sandi sendiri tercatat pernah menjabat sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kemudian ia juga menduduki posisi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2005-2008. Mulai saat itu, ia diajak bergabung dengan Partai Gerindra karena dianggap memiliki aspirasi yang besar untuk Indonesia. Keputusan Bang Sandi -sapaan akrabnya- untuk bergabung dengan Partai Gerindra diketahui sebagai sebuah panggilan hati. Kemudian pada 2014, Sandiaga diminta terlibat aktif menjadi juru bicara calon Presiden Republik Indonesia yang diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto.

Ia pun rela melepaskan jabatannya di 25 perusahaan pada April 2015 untuk fokus menyerap aspirasi masyarakat, khususnya warga DKI.Setelah menempuh pendidikan jenjang sarjana (S-1) dan magister (S-2) di Amerika Serikat, calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Salahudin Uno, bekerja di sejumlah perusahaan ternama dunia. Seiring perjalanan kariernya yang terbilang sukses, Sandi juga mengalami gonjang-ganjing ekonomi. Dirinya dan perusahaan yang mewadahi turut merasakan krisis moneter global pada 1997. Ia pun terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Lalu pada 1995, ia telah menjabat sebagai Executive Vice President NTI Resources Ltd Canada. Ia pun menjadi direktur termuda di sana dengan usia yang baru 26 tahun! Lalu pada 1998, Sandiaga bersama Edwin Soeryadjaya mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya. Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.

Kemudian Sandi kembali ke Tanah Air dan membangun usahanya dari nol. Dia mendirikan perusahaan investasi PT Recapital bersama sahabatnya Rosan Roeslani Perkasa. Hingga pada suatu waktu, Sandi kembali menuai kesuksesan dan memiliki 25 perusahaan dengan 50 ribu karyawan.

Berbekal jaringan yang kuat dari perusahaan dan lembaga keuangan dalam serta luar negeri, Sandi sukses menjalankan usaha ini. Hingga suatu ketika ia berhasil mengakuisisi sejumlah perusahaan besar seperti PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dan PT Astra Microtronics. Mulai dari situlah perjalanan karier seorang Sandiaga Salahudin Uno melesat sukses dan menjadi pengusaha terkemuka di Indonesia.

Selain itu melalui perusahaannya, seperti PT Saratoga Investama dan Tower Bersama, Sandi berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur Indonesia, contohnya Jalan Tol Cipali dan sarana transportasi umum Bus Transjakarta.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s